Klik Banner Di bawah Ini Jika Anda ingin Mendapatakan Penhasilan Tambahn Lewat internet

Photobucket payableptr.com Photobucket

Ikuti Kata Hati.....!!

Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2016

PENINGKATAN KEAMANAN SERVER MELALUI PENERAPAN PORTSENTRY UBUNTU SERVER

PENINGKATAN KEAMANAN SERVER MELALUI PENERAPAN PORTSENTRY UBUNTU SERVER



Jaringan komputer saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat,  kemajuan teknik jaringan komputer juga tidak hanya membawa dampak positif saja, melainkan juga dampak negatif. Kejahatan-kejahatan baru ini muncul, yang tadinya menggunakan teknik yang biasa, sekarang menggunakan teknik yang lebih modern. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan server dalam jaringan adalah dengan menggunakan firewall. Implementasi dari sistem firewall ini dapat berupa software ataupun hardware yang bersifat aktif dengan melakukan penyaringan paket data yang lewat berdasarkan pengaturan yang diinginkan.
Menurut penelitian Setyaningtyas yang berjudul “Implementasi Portsentry Sebagai Keamanan Server Ubuntu Dari Aktifitas Serangan” mengatakan bahwa:
Portsentry dapat diimplementasikan ke dalam system operasi Ubuntu yang  saat ini sudah banyak digunakan. Sebuah scanning port dapat terdeteksi dan dilihat jejaknya pada Syslog.  Berdasarkan hasil pengujian system Portsentry dapat memberikan peringatan adanya serangan keamanan terhadap system melalui paket-paket yang melewati jaringan.(Setyaningtyas, 2013, p. 3)
Menurut penelitian Angga Saputra yang berjudul “Desain Sistem Pendeteksi Serangan Jaringan Komputer Pada Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Musi Banyuasin” mengatakan  bahwa:
IDS (Intrussion Detection System) adalah sebuah sistem yang melakukan pengawasan terhadap traffic jaringan dan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang mencurigakan didalam sebuah sistem jaringan.(Saputra, 2015, p. 2)
Menurut penelitian Munir yang berjudul “Analisis Penggunaan Portsentry sebagai Tools Intrusion Detection System Pada Jaringan Komputer” mengatakan  bahwa:
Penelitian eksperimen yang dilakukan untuk menguji kehandalan portsentry sebagai tools Intrusion Detection System pada jaringan komputer. Serta  mempelajari pengaruh portsentry terhadap kecepatan transfer data rate pada jaringan. Hasilnya perancangan system jaringan dengan system keamanan portsentry pada komputer server yang dibuat dengan tujuan agar bisa diuji dengan aplikasi scanner dan sniffer. Perancangan jaringan dibuat menggunakan system virtual machine dan dikonfigurasi agar serupa dengan jaringan LAN (Local Area Network). Dalam penelitian yang  dilakukan sebelumnya hanya mengidentifikasi sejauh mana system keamanan berfungsi dengan baik serta hanya menganalisa log serangan yang terjadi tanpa memberi respon selanjutnya. Portsentry merupakan salah satu program aplikasi firewall yang digunakan untuk menghalau berbagai macam aktifitas serangan seperti scanning keamanan maupun virus jaringan.(Munir, 2015, p. 9)

Penelitian ini di latarbelakangi oleh penelitian sebelumnya sebagai berikut:
Penelitan Setyaningtyas tahun 2013 dengan judul Implementasi Portsentry Sebagai Keamanan Server Ubuntu Dari Aktifitas Serangan Di SMK Negeri 2 Pekalongan dan fokus masalah tentang langkah perlindungan untuk server Ubuntu dari aktifitas probe dan scanning port dengan menginstal portsentry kedalam sistem, Hasilnya Portsentry dapat diimplementasikan sebagai Intrusion Detection System pada sistem operasi Ubuntu 12.04 untuk mendeteksi scanning port (Setyaningtyas, 2013) Penelitian Angga Saputra tahun 2015 dengan judul Desain Sistem Pendeteksi Serangan Jaringan Komputer Pada Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Musi Banyuasin dan fokus masalahnya yaitu mendesain dan menerapkan sistem IDS (Intrussion Detection System) menggunakan snort lengkap dengan tampilan antarmuka berbasiskan web yaitu dengan menggunakan BASE (Basic Analysis and Security Engine) hasilnya sensor alat deteksi IDS Snort dapat mendeteksi seluruh serangan dan seluruh sampel serangan dapat dicegah dengan menggunakan sistem keamanan jaringan berbasis firewall dan Portsentry (Saputra, 2015) Penelitian Misbahul Munir tahun 2015 dengan judul Analisis Penggunaan portsentry sebagai Tools Intrusion Detection System Pada Jaringan Komputer dan fokus masalahnya menguji kehandalan portsentry sebagai tools intrusion Detection system pada jaringan komputer serta mempelajari pengaruh portsentry terhadap kecepatan transfer data rate pada jaringan hasilnya penggunaan portsentry sebagai tools IDS pada server akan lebih baik apabila menggunakan sistem operasi Ubuntu sebagai client. (Munir, 2015)
Studi dan literatur di atas akan di gunakan sebagai landasan untuk menerapkan peningkatan keamanan server melalui penerapan Ubuntu Server Dapat di simpulkan bahwa keamanan server sangat diperlukan. Dimana dengan menggunakan portsentry yang memiliki kemampuan mendeteksi serta memblokir IP penyerang lebih memudahkan administrator untuk menutup celah port yang terbuka.
Saat server diserang/dijebol menggunakan Nmap untuk mendapatkan informasi mengenai beberapa port yang terbuka pada server, melalui port yang terbuka seorang hacker dapat dengan mudahnya mengambil alih sebuah server. tindakan tersebut dapat masuk dan bisa untuk mengakses server dari luar ruangan, jika hal tersebut tidak segera di tangani, maka system yang sudah berjalan dan data perusahaan PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci bisa di salah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain mengadakan observasi, diadakan juga wawancara dengan beberapa staff. Setelah dilakukan wawancara dengan pihak IT, memang sering ditemukan masalah-masalah pada server, tapi sejauh ini data pada server masih tetap aman. Meskipun demikian perusahaan pun harus tetap waspada dalam keamanan datanya. Dan lebih meningkatkan lagi sistem keamanan server pada perusahaan PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci. Berikut adalah data pendukung hasil observasi :
Tabel 1.1 Hasil scanning port
NNo
Scanner port
Mode pada Portsentry
Port yang Terbuka
Tcp/udp
atcp/audp
1
NMAP
terdeteksi
terdeteksi
21/tcp
53/domain
3306/mysql
443/https
80/http

Sumber data : Server PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci, 2016
Dari hasil yang di peroleh saat observasi pada server yang ada di PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci kondisi pada saat proses server melakukan pelayanan terhadap client-client berlangsung, ternyata ditemukan bahwa dalam proses pelayanan tersebut, bisa terjadi suatu aktifitas penyusupan pada server yang tidak diketahui oleh administrator dan tidak terdeteksi oleh firewall yang terpasang pada server. Tindakan penyusupan atau hacking tersebut dapat membahayakan server pada perusahaan PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci, dimana setiap perusahaan besar pastinya mempunyai file/data yang sangat rahasia. Meskipun menggunakan router mikrotik sebagai pusat konfigurasinya, server tersebut tingkat keamanannya masih cukup rentan terhadap serangan, baik serangan dari dalam maupun dari pihak luar yang dapat mengakses server.
            Kurang optimalnya keamanan server yang berfungsi sebagai pengamanan pusat data dari suatu instansi ini. Menyebabkan data dari web server maupun file sering terjadi kebocoran data ini terjadi dikarenakan penyusup yang bisa masuk dan mengakses data tersebut.
Dari permasalahan yang terjadi, maka pada penelitian ini penulis menggunakan portsentry sebagai pendeteksi untuk mengamankan sebuah Server yang dikombinasikan dengan beberapa software  lainnya dan dapat mengenali jenis serangan yang dilancarkan penyusup, serta memberi laporan tentang adanya serangan. Tindakan selanjutnya adalah dengan memberi cara memblok atau menghentikan dan pencegahan atas penyusupan tersebut. Serta sejauh mana portsentry itu dapat berhasil.
Oleh karena itu diusulkan penelitian berjudul “PENINGKATAN KEAMANAN SERVER MELALUI PENERAPAN PORTSENTRY UBUNTU SERVER“. Adapun  yang menjadi alasan dilakukannya penelitian Skripsi dengan judul tersebut adalah untuk Menguji sejauh mana Software  Portsentry dapat berhasil melakukan penanganan serangan dari luar di Server tersebut.

Dari uraian latar belakang masalah yang telah dijabarkan di atas maka penulis merumuskan beberapa pokok-pokok masalah yang akan diteliti :
Dari uraian latar belakang masalah yang telah dijabarkan di atas maka penulis merumuskan beberapa pokok-pokok masalah yang akan diteliti :
  1. Masih belum optimalnya keamanan server sebagai tempat penyimpanan data yang terpusat.
  2.   Belum adanya software yang dapat mengenali jenis serangan yang dilancarkan oleh penyusup.
  3.       Kurangnya tindakan dalam pencegahan serta tindakan atas penyusupan tersebut.
 Selanjutnya terkait dengan masalah tersebut di atas penulis merumuskannya ke dalam bagan di bawah ini:


            Berdasarkan rumusan pokok masalah diatas agar penelitian ini lebih fokus pada masalah yang diteliti, maka penelitian Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server batasan penelitian tersebut adalah :
1.      Menganalisa peningkatan keamanan server melalui penerapan portsentry di Ubuntu Server yang difokuskan pada aspek jaringan komputer.
2.      Menerapkan peningkatan keamanan server melalui penerapan portsentry di Ubuntu Server yang difokuskan pada jaringan yang ada di PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci.
3.      Mengevaluasi peningkatan keamanan server melalui penerapan portsentry di Ubuntu Server yang difokuskan terhadap server yang ada di PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci. 
Penelitian ini mempunyai beberapa tujuan :
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka tujuan umum dari penelitian ini, adalah Mengimplementasikan portsentry sebagai software untuk keamanan server pada di Jasa Marga, sehingga Server akan aman dari serangan dalam maupun luar.
  1. Tujuan Khusus
Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk :
                       1.          Menganalisa Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server.
                       2.          Mengimplementasikan Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server .
                       3.          Mengevaluasi Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server.
  1. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini,  adalah :
1.    Bila dilihat secara teoritis:
a.       Mengetahui bagaimana cara menerapkan Portsentry sebagai aplikasi untuk peningkatan keamanan server.
b.      Mengetahui manfaat Portsentry sebagai media pengamanan server.
c.       Mengetahui performa Portsentry dalam peningkatan keamanan server di PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci.
2.        Bila dilihat secara praktis:
a.       Dapat dipergunakan bahan bacaan oleh Mahasiswa STMIK IKMI cirebon, yang sedang melaksanakan penelitian dalam bidang jaringan komputer
b.      Dapat digunakan sebagai peningkatan literatur/pustaka diperpustakaan STMIK IKMI Cirebon.
c.       Dapat digunakan oleh PT. Jasa Marga Bhakti Palikanci sebagai bahan meningkatkan keamanan server pada jaringan di Jasa Marga Palikanci.
  1. Pertanyaan Penelitian
Adapun pertanyaan didalam penelitian ini, dimana akan dipergunakan dalam menggali informasi dan analisa, sebagai berikut :
                       1.          Bagaimana cara menganalisa Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server ?
                       2.          Bagaimana cara menerapkan Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server ?
                       3.          Bagaimana cara mengevaluasi  Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server ?
  1. Hipotesis penelitian
Adapun hipotesis didalam penelitian ini, dimana akan dipergunakan dalam menghasilkan hipotesa sementara dari hasil analisis, sebagai berikut :
a.       Menganalisa Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server tingkat kesesuaian dalam keamanan server 70 % sampai dengan tertinggi sebesar 80 %.  
b.      Penerapan Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server dapat berhasil jika administrator memahami tentang peningkatan keamanan server mencapai 70% maximal 80%
c.       Mengevaluasi Peluang dan tantangan kedepan dalam Peningkatan Keamanan Server Melalui Penerapan Portsentry Ubuntu Server mencapai 70% dan maximal 80%.

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi pendahuluan yang memuat latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, pertanyaan penelitian, dan landasan teori, metode penelitian. 
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang kajian yang ada relevansinya dengan judul penelitian seperti teori tentang peningkatan keamanan server melalui penerapan portsentry ubuntu server. Selanjutnya digambarkan dalam sebuah kerangka berfikir sebagai deskripsi permasalahan , metode penyelesaian masalah, hasil dan manfaat yang akan diperoleh dari penelitian ini.  
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini akan dilakukan langkah – langkah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pada bab sebelumnya berdasarkan ruang lingkup / batasan masalah yang telah ditentukan. Melalui pendekatan penelitian dan metode serta strategi yang akan dipakai dalam penelitian ini maka akan didapatkan hasil serta luaran sesuai dengan deskripsi yang telah dinyatakan dalam kerangka berfikir berdasarkan dukungan teori teori yang dipakai.
BAB IV PEMBAHASAN, HASIL DAN INTERPRETASI
     Pada bab ini dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analis, hasil testing dan implementasinya dari peningkatan keamanan server melalui penerapan portsentry ubuntu server, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik dan perbandingan hasil penelitian yang sejenis atau keadaan yang sebelumnya.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
   Pada bab ini akan didapatkan berupa kesimpulan hasil penelitian secara terukur sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan sistematis sesuai dengan langkah – langkah penelitian yang dilakukan. Upaya perbaikan dan kekurangan dalam pelaksanaan penelitian akan disampaikan pada sub bab saran.

untuk mendapatkan soft copy Full bisa melalui 
email : doyseta@gmail.com
No Hp : 082127135652


read more...

Sabtu, 01 Mei 2010

SOFTWARE JARINGAN & PROTOKOL JARINGAN


1. Sistem Operasi Jaringan
Terdapat  banyak  sekali  sistem  operasi  jaringan,  namun  yang  pertama  kali  muncul
adalah sistem operasi UNIX pada tahun  1969 di perusahaan AT&T. Sistem operasi
UNIX saat ini memiliki beberapa varian, misalnya Sun Solaris, Compaq TruUNIX64,
IBM  AIX,  Linux,  SCO  Unix,  dll.  Bahkan  Microsoft  Windows  NT  pun  memiliki
rancangan    dasar  yang  hampir  sama  dengan  sitem  operasi  UNIX.  Sistem  operasi
jaringan  yang  lain  misalnya  Novell  Netware  dan  Apple  Mac  OS  X.  Setiap  sistem
operasi,  khususnya  varian-varian  UNIX  biasanya  spesifik  terhadap  arsitektur
komputer yang digunakan.
Syarat  utama  suatu  sistem  operasi  dapat  menjadi  sitem  operasi  jaringan
adalah :
    stabil
    aman
   mendukung jaringan secara native     multiuser
    dapat melakukan operasi multitasking
    dapat  mendukung  penggunaan  hardware  dalam  skala  besar,  misalnya
       memori  berkapasitas  gigabyte  dan  multiprosesor  agar  sistem  operasi
      
dapat  berjalan  lebih  cepat  dan  memberikan  layanan  dengan  lebih  baik.
      
Sistem operasi DOS misalnya tidak memenuhi persyaratan di atas.

 2. Protokol
Protokol dapat diibaratkan sebagai bahasa komunikasi antar komputer dalam jaringan.   Terdapat   berbagai   macam   protokol   yang   masing-masing   mempunyai keunggulan tersendiri.

NetBEUI
NetBEUI merupakan protokol yang banyak digunakan dalam jaringan lokal berbasis sistem operasi Microsoft Windows. Sangat baik dan cepat untuk layanan file sharing dan print sharing. Salah satu kelemahan protokol ini adalah tidak dapat di-routing sehingga hanya dapat bekerja di satu jaringan lokal. Contoh penggunaan protokol ini adalah  pada  Program  Microsoft  Neighbourhood.  Penjelasan  tentang  routing  akan dijelaskan lebih lanjut dalam modul selanjutnya.
b. IPX/SPX (Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange)
Hampir sama dengan NetBEUI, yaitu digunakan di jaringan lokal dan sangat baik untuk file sharing dan print sharing serta dapat di-routing. Protokol ini biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware.
c. Protokol yang dikembangkan oleh OSI/ISO seperti X.25/X.75/X.400.
Protokol ini sudah digunakan oleh beberapa institusi. Sayang segala informasi tentang protokol ini harus dibeli oleh kita ke ISO. Hal ini menyebabkan perkembangan ISO/OSI menjadi lambat.
d. TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol)
“Terdapat perbedaan antara kata "internet" dengan "Internet". "Internet" adalah International Network sedangkan "internet" adalah internetworking. Kata "Internet" pada IP adalah internetworking”.
TCP/IP  adalah  protokol  yang  digunakan  di  jaringan  global  karena  memiliki  sistem
pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat dua
versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu IPv4  (32 bit) dan IPv6
(128  bit),  dan  saat  ini  yang  masih  digunakan  adalah  IPv4.  Untuk  memepermudah
penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk  empat segmen bilangan desimal
yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen mewakili delapan bit pada alamat IP.
Setiap network adapter dapat memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat
IP (IP  address)  tidak  boleh  dipakai  oleh  dua  atau  beberapa  network  adapter.
Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic.
Saat ini lebih dari 85% alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem
IPv4 akan digantikan oleh IPv6. 
Cri-ciri yang terdapat di protocol TCP/IP
  • Standart protokol TCP/IP dalam bentuk Request For Comment (RFC) dapat
               
    diambil oleh siapapun tanpa biaya.
·         Tidak tergantung pada system operasi atau hardware tertentu.
·         Pengembamngannya berdasarkan consensus dan tidak bergantung pada vendor tertentu.
  • Dapat digunakan hampir disemua perangkat   transmisi sepeeti Ethernet,             TokenRing, jaur telepon dial-up, jaringan X.25.
·         Pengalamatan bersifat unik dalam skala global. Sehingga komputer yang menggunakan TCP/IP dapat saling berhubungan walaupun jaringannya sangat luas.     Memiliki banyak layanan.
·         Bisa diterapkan pada internetwork karena memiliki fasilitas routing.

Dalam dunia internet tidak ada suatu badanpu yang berhak mengatur jalannya internet secara umum. Tapi untuk masalah protokol yang digunakan dalam internet ada lembaga khusus  yang  bertanggung  jawab  dalam  mengatur,  mengontrol,  serta  melakukan standarisasi protokol. Lembaga tersebut adalah:
1.    Internet  society.      Bertugas  mendukung  dan  mempromosikan  pertumbuhan
Internet  sebagai  sarana  komunikasi  untuk  riset.  Lembaga  ini  tidak  hanya
       mengurusi masalah teknis tapi juga masalah politik, dan sosial kemasyarakatan.
 
2. Internet  Architecture  Board (IAB).  Merupakan  badan  penasihat  teknis  Bagi
Internet  Society.  IAB  punya  wewenang  untuk  menerbitkan  dokumen  standart
Internet (RFC=Request For Comment), mengatur angka-angka dan konstanta yang
digunakan dalam protokol Internet. Contoh angka dan konstanta yang datur dalam
protokol internet antara lain: nomor port, TCP, kode protokol IP, tipe hardware
ARP.
3.    Internet  Engineering  Task  Force  (IETF).  Badan  yang  berorientasi  membentuk
      
standart  internet.    Badan ini dibagi  menjadi  9  kelompok  kerja.  Masing-masing
       kelompok  kerja  bertugas  menghasilkan  standart-standart  Internet.  Contoh
kelompok  kerja  tersebut  antara  lain     :  kelompok  kerja  routing      ,   aplikasi
addressing,  keamanan  komputer  dan  lain-lain.  Setiap  kelompok  kerja  akan
menghasilkan usulan-usulan standart internet yang nantinya akan diseleksi. Usulan standart  internet  yang  lolos  seleksi  akan  menjadi  Standart  Internet  setelah
ditetapkan oleh IAB. Sebenarnya yang berhak untuk membuat usulan standart internet bukan hanya IETF tapi juga lembaga lain , diantaranya adalah IEEE.
IEEE singkatan dari Institute of Electrical and Electronic Engineers. IEEE sebuah organisasi  profesi  untuk  teknik  elektro  telah  mengembangkan  beberapa  standart protokol physical layer dan link layer untuk LAN.
4.  Internet  Research  Task  Force  (IRTF). IRTF merupakan lembaga penilitian
                                      
untuk jangka panjang.

Ada beberapa istilah yang sering ditemukan didalam pembicaraan mengenai TCP/IP, yaitu diantaranya :
Host atau end-system::
Seorang pelanggan pada layanan jaringan komunikasi. Host biasanya berupa individual workstation atau personal computers (PC) dimana tugas dari Host ini biasanya adalah menjalankan applikasi dan program software server yang berfungsi sebagai user dan pelaksana pelayanan jaringan komunikasi.
Internet:
merupakan suatu kumpulan dari jaringan (network of networks) yang menyeluruh dan menggunakan protokol TCP/IP   untuk berhubungan seperti virtual networks.
Node:
istilah  yang  diterapkan  untuk  router  dan  host.protocol,  yaitu  merupakan  sebuah prosedur  standar  atau  aturan  untuk  pendefinisian  dan  pengaturan  transmisi  data antara komputer-komputer.
Router:
suatu  devais  yang  digunakan  sebagai  penghubung  antara  dua network  atau  lebih.
Router berbeda dengan host karena router bisanya bukan berupa tujuan atau data
traffic. Routing dari datagram IP biasanya telah dilakukan dengan software.  Jadi
fungsi routing dapat dilakukan oleh host yang mempunyai dua networks connection
atau lebih.
read more...