Klik Banner Di bawah Ini Jika Anda ingin Mendapatakan Penhasilan Tambahn Lewat internet

Photobucket payableptr.com Photobucket

Ikuti Kata Hati.....!!

Sabtu, 03 April 2010

Sinopsis Puisi Hampa


Hampa

Sepi di luar, sepi menekan – mendesak
Lurus kaku pohonan, tak bergerak
Sampai ke puncak, sepi memagut
Tak satu kuasa melepas – penggut
Segala menanti – menanti, menanti
Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat – mencekung punda
Sampai binasa segala, belum apa-apa
Udara bertuba, setan bertempik
Ini sepi terus ada, dan menanti
(Chairil Anwar, 1949 – 4)

3.2.2 Unsur-unsur Intrinsik Puisi HAMPA
A. Unsur Isi
1. Tema
Pada puisi di atas temannya menceritakan tentang kepiluan seseorang ditinggal pergi oleh seorang yang dicintainya. Dan merasa hidupnya tiada guna. Ini terlihat pada baris ke-1, baris ke-4, baris ke-11.
Sepi di luar, sepi menekan – mendesak
…………………………………………….
Tak satu kuasa melepas – merenggut
……………………………………………
Ini sepi terus ada, dan menanti
2. Rasa
Pada puisi di atas sikap Chairil kepada objek adalah pilu, sedih, dan sepi karena ditinggal pergi dan Chairil pun merasa hampa ini terlihat pada baris ke-4 dan baris ke-8.
……………………………………………
Tak satu kuasa melepas renggut
…………………………………………..
Memberat – mencekung punda
3. Nada
Sikap Chairil pada puisi di atas terhadap pembaca adalah rendah, menceritakan betapa beratnya hidup sendirian tanpa ada bantuan dari orang lain seakan-akan tak ada gunanya bagi hidup , terlihat pada baris ke-5 dan baris ke-7.
………………………………………….
Segala menanti – menanti, menanti
…………………………………………
Tambah ini menanti jadi mencekik
4. Amanat
Pesan yang ingin disampaikan oleh penyair dalam puisi di atas adalah walaupun hidup ini berat tapi jalanilah hidup dengan bersabar, tabah dan menyerahkannya kepada Tuhan YME.

B. Unsur-unsur Struktur
1. Diksi
Pada puisi di atas terdapat kata seperti, samapi binasa segala, terlihat pada lurus kaku pohonan, tak bergerak.
2. Pengimajian
a. Imajinasi Visual
- Lurus kaku pohonan, tak bergerak
b. Imajinasi Auditif
- Udara bertuba, Setan bertempik
c. Imajinasi Taktil
- Tambah ini menanti jadi mencekik
- Memberat mencekung punda
3. Kata-kata Konkrit
- Sampai berpuncak, sepi memagut
- Ini sepi terus ada, dan menanti
4. Gaya Bahasa
a. Eponim
- Ini sepi terus ada, dan menanti
b. Hiperbol
- Tak satu kuasa melepas - renggut
5. Rima
- ………Sepi menekan-mendesak (a)        - ………Menanti (b)         
- ………Tak bergerak                               - ………Sepi (b)
6. Irama 
                                    Berirama rendah

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Sinopsis Puisi Hampa"